Call Center +62 (061) 7358938
Berita
 
Wushu Sanda Sumut Torehkan Sejarah
31 Okt 2019
Wushu Sanda Sumut Torehkan Sejarah

(Analisa/istimewa) MENANG: Kegigihan  pesanda Sumut Manuel Prima Siahaan (klas 65 Kg putra) memang tidak sia-sia. Seperti terlihat dalam gambar,  ia  ditetapkan menjadi pemenang pada laga semifinal Kejurnas Sanda Piala Menpora melawan Jefri Aprianto Utomo (Jatim). Kemenangan ini mengantarkannya lolos ke final dan berhak tampil di PON XX/2020, Rabu (30/10) di UTC Convention Hall Balau Urang Astina Semarang.

Medan, (Analisa). Wushu Sanda Sumut men­catat sejarah baru, meloloskan se­luruh atlet (sebelas kelas) pa­da PON XX/2020.

Sejarah ini terukir setelah lima pesanda yang diturunkan di Kejurnas Piala Menpora yang juga Pra PON Tahap II di Semarang yakni Junita Malau (48 kg putri), Brando Mamana Simanjorang (48 kg putra), Rid­wan Saragi Putra (52 Kg putra), Manuel Prima Siahaan dan Samuel Marbun, seluruh­nya lolos ke babak final atau lolos ke PON Papua. Sebab sya­rat untuk bisa tampil di pes­ta olahraga paling bergengsi di tanah air tersebut, minimal menduduki posisi tiga besar.

Sebelumnya, enam pesanda Sumut yakni Andi Manurung (Kelas 56 Kg putra), Roberto Manik (70 kg putra), Je­ka Sa­ragih (75 Kg putra), Rosalina Si­m­anjuntak (52 Kg putri), Eli­ka Tarigan (56 Kg putri) dan Dessy (60 kg putri) sudah lebih dulu meraih tiket PON melalui Kejurnas di Bangka Belitung Juni lalu.

Wushu Sumut dipimpin Tim Mane­jer Heriyanto dan duet Pelatih Salwi Simbolon serta Nerry Agus Manullang, pada laga semifinal di UTC Convention Hall bvalai Urang Astina Semarang, Rabu (30/10) siang WIB, tampil luar biasa. Junita Malau yang ber­main di Kelas 48 Kg secara me­nyakinkan mengatasi perla­wanan Efi Dian Sofiana dari Jatim. Di laga final yang akan digelar Kamis (31/10), pesanda putri asal Karo alumni FIK Unimed ini akan berha­dapan dengan Junisia Yuvita Lirung asal Kaltim.

Sukses Junita diikuti Bran­do Ma­ma­na Simanjorang. Ber­main di Kelas 48 Kg putra, Brando memupus harapan Ar­­di­an Saputra (Lampung). Ia pun ber­hak tampil di final mel­awan Fernando S (Riau) yang di semifinal menun­duk­kan Dwi Teguh Wardana.

Ridwan Saragi Putra juga berhak lolos ke final Klas 52 Kg putra usai mengalahkan pesaingnya dari Riau. Selan­jutnya di Kelas 60 Kg, andalan Sumut Manuel Prima Siahaan juga lolos ke final. Tampil melawan Jefri Aprianto Utomo (Jatim), Manuel sempat kalah di babak pertama. Namun se­mangatnya untuk memberi yang terbaik bagi Su­mut, mem­buatnya tampil lebih berani di babak kedua. Kemenangan pun ber­balik menjadi miliknya. Dan penentuan pe­menang ha­rus ditentukan dengan me­ma­inkan babak ketiga. Di babak terakhir atau penentuan ini, Manuel meng­gerahkan segala kemam­pu­an­nya. Ia pun tampil menjadi peme­nang. Namun pesanda andalan Sumut ini menderita ce­dera di bagian bahu, dan dikha­watir­kan tidak bisa tampil di laga final me­lawan Abdul Azis (Banteng).

Sukses Wushu Sanda Su­mut dileng­kapi Samuel Mar­bun di Kelas 65 Kg.Ia ti­dak member kesempatan kepada Ah­mad Ferdianto (Riau) untuk me­ngem­bang­kan permainan. Samuel pun me­nang dua ronde langsung, dan di final akan ber­hadapan dengan pesanda dari Banten.

Belum Selesai

Sukses Sanda Sumut melo­loskan semua atlet ke PON XX/2020 disambut syukur dan sukacita oleh Ketua Umum Pengprov WI Sumut Darsen Song. “Kita tentu bersyukur, dan keberhasilan ini adalah buah dari kerjasama. Kare­nan­ya kami berterimakasih kepada selu­ruh atlet, pelatih dan juga para pembina, ter­­khusus Master Supandi Kusu­ma. De­mikian pula kepada KO­NI Sumut yang sangat be­sar dukungan dan per­ha­tiannya baik selama Pelatda maupun jelang keberangkatan atlet,” ujarnya.

Darsen menyebutkan, pon­dasi wus­hu Sumut sudah di­pasang secara baik oleh Master Supandi Kusuma. Pihaknya hanya berupaya untuk mene­ruskan dan men­jaga tradisi tersebut. Karenanya, Dar­sen mengaku banyak belajar dan me­minta masukan, pendapat serta men­dapat dukungan dari Master Supandi Ku­suma, selaku pioner Wushu Sumut dan tokoh sukses yang meng­antarkan Wus­hu Indonesia menemus pentas dunia.

Pada bagian lain, Darsen ju­ga me­minta kepada seluruh pewushu tidak cepat puas, ka­rena tugas kita belum selesai. “Lolos ke PON Papua bukan­lah puncak dari segalanya, tapi baru me­rupakan langkah awal untuk meraih sukses lebih ting­gi, tepatnya pada PON tersebut nanti,” ujar Darsen mengakhiri keterangan. (mp)

Head Office

Jl. Wushu No. 3-7 Medan 20214
Sumatera Utara - Indonesia
Telp. +6261 7358938 - 7359338
Fax. + 6261 7362980

http://www.ykwi.or.id
Email : ykwi.wushu@gmail.com

Daftar Sekarang Juga
Sebagai Anggota Baru WushuTai-Chi

Kami akan terus bekerja lebih keras demi prestasi Indonesia. Kami akan memenuhi kebutuhan atlet-atlet PELATNAS dengan program kami seperti mendatangkan pelatih Tiongkok atau mengirim atlet kita ke Tiongkok. Atlet dan pelatih juga harus bekerja lebih keras

Partners