Call Center +62 (061) 7358938
Berita
 
KONI Pusat Puji Konsistensi Wushu Indonesia
10 Mei 2016 - AnalisaDaily.com
KONI Pusat Puji Konsistensi Wushu Indonesia

Medan, (Analisa). Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman memuji Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Master Supandu Kusuma yang menurutnya tetap konsisten memperlihatkan upaya pencapaian dan peningkatan prestasi.

Pujian tersebut disampaikan Tono Suratman dalam sambutan tertulis dibacakan Kabid Binpres KONI Pusat Tony SB Hoesodo saat membuka Penataran Wasit, Juri dan Pelatih Wushu Tingkat Nasional di Balai Rasa Sayang Hotel Polonia Medan, Senin (9/5).

Antusias Pengprov WI di tanah air mengikuti penataran yang akan berlangsung hingga 14 Mei 2016 cukup tinggi. Terbukti, seperti laporan Ketua Panpel Darsen Song, ada 124 peserta dari 18 Pengrov yang ambi bagian.

Peserta terbagi atas, 35 wasit taolu, 43 wasit sanda, 17 pelatih taolu dan 29 pelatih sanda.

Tono menyebutkan, menggelar penataran dengan jumlah peserta cukup banyak seperti yang dilaksanakan PB WI tidak mudah. Apalagi instrukturnya tidak hanya berlisensi nasional, tapi juga internasional yang didatangkan dari Tiongkok.

Namun Ketua Umum PB WI Master Supandi Kusuma beserta insan wushu di tanah air mampu  menepikan kendala-kendala itu tadi.

Insan Wushu tanah air tetap konsisten dan semangatnya juga cukup membanggakan. Mereka menyadari sepenuhnya, bahwa pencapaian dan peningkatan prestasi tidak hanya ditentukan dari faktor adanya atlet dan dana saja. Peran wasit juri serta pelatih juga sangat menentukan. Karenanya penataran termasuk dalam  program kerja organisasi.

“Penataran Wasit Juri dan Pelatih memiliki cakupan  strategis. Penataran merupakan jawaban dari sisi kualitas dan kuantitas,” ujarnya.

Kekompakan

Sebelumnya, Ketua Umum PB WI Master Supandi Kusuma, pada acara yang turut dihadiri Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan, Bapak Wushu Indonesia IGK Manila, Wakil Ketua II KONI Sumut Prof Agung Sunarno dan unsur Pengurus PB WI serta pimpinan Pengprov WI di tanah air memaparkan, kunci utama keberhasilan wushu adalah kekompakan, bukan karena faktor individu. Kerja keras bahu membahu merupakan faktor yang mengantarkan Wushu Indonesia bisa berbicara di berbagai event internasional termasuk sukses besar di Kejuaraan Dunia XIII  di Jakarta November 2015 lalu.

“Kekompakan yang kita maksudkan bukan hanya sesama insan wushu, tapi juga dengan berbagai stake holder lain khususnya pemerintah. Terus terang, Wushu Indonesia tidak bisa berdiri sendiri.Dukungan pemerintah sangat diharapkan, termasuk soal dana,” tegas Master Supandi.

Karena itu pula, peyandang gelar DAN VIII Wushu Internasional ini mengajak insan wushu di tanah air bisa mempertahankan bahkan lebih meningkatkan kekompakan, meskipun nantinya ia tidak lagi memimpin organisasi ini.

Master Supandi juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh insan wushu tanah air, khususnya wasit juri dan pelatih peserta penataran untuk tetap menjunjung tinggi nilai nilai moralitas / Wu De (baca Wu Tek) yang berarti etika.

“Insan wushu harus memahami nilai - nilai moralitas / Wu De, terlebih para wasit, juri dan pelatih agar mereka  bijaksana dalam bertugas,” ujarnya.

“Semua yang kita lakukan ini demi kemajuan wushu di masa mendatang,” ujarnya.

Teori-Praktek

Ketua Panpel Darsen Song selain melaporkan tentang jumlah peserta dan hari pelaksanaan penataran, secara terpisah juga menjelaskan, selama pelaksanaan para wasit juri dan pelatih bukan saja mendapat materi secara teori dan praktek, tapi juga akan mengikuti ujian teori dan praktek.

Adapun instruktur yang memberi bekal kepada peserta penataran, empat di antaranya didatangkan dari Tiongkok yakni Chen Chao dan Bu Nai Bin (Sanda), serta Li Ying Kui serta Fun Yen Mei (taolu),

Sementara instruktur dari dalam negeri yakni Dikdik Djafar Siddik MPd. (mp)

Head Office

Jl. Wushu No. 3-7 Medan 20214
Sumatera Utara - Indonesia
Telp. +6261 7358938 - 7359338
Fax. + 6261 7362980

http://www.ykwi.or.id
Email : ykwi.wushu@gmail.com

Daftar Sekarang Juga
Sebagai Anggota Baru WushuTai-Chi

Kami akan terus bekerja lebih keras demi prestasi Indonesia. Kami akan memenuhi kebutuhan atlet-atlet PELATNAS dengan program kami seperti mendatangkan pelatih Tiongkok atau mengirim atlet kita ke Tiongkok. Atlet dan pelatih juga harus bekerja lebih keras

Partners